Ngomel ngomel
Pandemi membuatku kembali ke rumah, berkumpul dengan keluarga. Yang tadinya aku sibuk terbang kesana sini tiap harinya sampai ibu susah menemuiku, kini titik koordinasinya statis, disitu situ saja. Kalau bergeser pun tak jauh jauh, jadi anggap saja tidak ada pergeseran yang berarti
Kehidupan yang hampir dua tahun di kota perguruan tinggiku berada, tentulah bebas dari pantauan orang orang rumah. Maksudku, ya mereka nggak melihat kegiatan sehari-hariku ngapain aja. Satu tahun pertama di kos kosan, dan tahun kedua di asrama. Pulang ke rumah palingan di weekend, dan itu pun kalau sedang nggak ada kegiatan organisasi, ukm ataupun pembinaan. Parah ya? Padahal jaraknya cuma sekitar 16 kilometer. Ah, dasar aku
Sekarang, karena sudah di rumah, maka orang orang rumah pun melihat aku ngapain aja sehari harinya. Nah, disinilah itu semua dimulai
Sewaktu disana, baju baju yang disetrika antara lain kemeja, blus, rok item, dan kerudung. Untuk yang aku kenakan di asrama seperti kaos kaosan tidak termasuk yang perlu untuk disetrika. Hemat listrik, hemat waktu. Lagipula kan nggak keluar keluar ketemu oranglain (sebenarnya ini hanya pembenaran saja atas kemalasanku).
Waktu kebiasaan ini aku bawa ke rumah.. auto diomel, nggak patut ceunah. Walaupun di rumah aja tapi baju ya kudu disetrika, nggak boleh males. Omel, omel. Pertama tama aku masih bebal, tidak peduli dan terus membela diri, hihi. Lama kelamaan, jenuh juga ndengernya. Alhasil manut, segala dedasteran dan kaos kaosan pun kugarap jadi gepeng gepeng. Udah deh habis itu omel omelnya tidak pernah terdengar lagi. Malahan ditanyain "kenapa sih kamu sekarang suka nyetrika?" Eh ya gimana coba, ini kan berkat omelan anda hihihi, melebihi KKM malahan pencapaiannya. Selamat!
Segala gala omelan yang ada di rumah, nggak lain dan nggak bukan karena mereka sayang sama aku. Mereka nggak mau aku jadi anak gadis yang males malesan, nggak rapih ataupun jorok. Iya, anak gadis. Kadang sedih juga mengingat usia yang udah ada di zona 20an, kesannya kayak dewasa banget tapi akunya masih sangat kekanakan. Makannya de, ayo berubah jangan males malesan! Diluar sana orang orang nggak main main usahanya buat mencapai keinginan mereka. Jangan mau kalah dong
Omelan orang orang rumah adalah nikmat yang tak ternilai, karena diri ini diingatkan oleh orang orang yang tersayang. Tunjukkan bahwa kamu juga menyayangi mereka ya dee. Jadi anak yang manut, jangan ngeyel terus..
"Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah,"
Komentar
Posting Komentar