Perjalanan Baru

Gerimis malu-malu turun subuh ini, di perjalanan sepekan kedepan. Ternyata selalu ada hal baru yang bisa kita alami, ya? Ini pertama kalinya aku menggeret koper tua kecil milik orang tuaku. Yang sebelumnya koper ini pun ikut berpetualang ketika beberapa tahun silam kakak sering bolak-balik semarang jakarta. Ada beberapa stiker bekas penerbangan menempel pada permukaannya, berupa barcode. Kemarin aku iseng menyeletuk, apa aku beli koper baru, ya? Lantas mama segera mengamini. Dan aku pun terheran karena ingat betul waktu itu kakak sangat ingin beli koper baru, tetapi orangtuaku bilang, kan ada koper ini. Kenapa ketika aku mengatakannya langsung dibolehkan? Mama menjelaskan kalau kondisinya berbeda, lalu aku manggut-manggut mendengarnya. Koper baru terdengar menarik, tetapi yang lama juga teramat sayang untuk disisihkan, sebab kenangannya bukan satu dua saja. Entahlah, kita lihat besok ya. 


Maka sekarang aku disini, duduk di kursi tegak kereta api, dalam balutan jaket yang warnanya tak serasi dengan pakaianku. Tapi siapa peduli? Yang penting lembaran rajut ini cukup menjagamu sedikit lebih hangat. Aku menyukai fakta bahwa aku bisa menikmati perjalanan selagi aku bekerja. Kawan di sebelahku sudah memangku laptopnya, berkutat dengan pekerjaan, mengerjakannya dengan cermat. Aku harap kita sama-sama sehat dan gembira untuk menunaikan tanggung jawab kita. 


Fii amanillaah, semoga yang dikerjakan bernilai pahala kebaikan. 


Kamandaka, dalam perjalanan menuju Jakarta

28 Oktober 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When a special day went 'meh'

A mental shift?